TASAWUF & POLITIK
Neo-sufisme dan Wacana Kebangsaan Muḥammad Māḍī Abu al-Azā’im
mohammad fuyudun ni'am imam
ISBN
978-623-9999-04-3
Published
2025
Pages
130
Format
Print & Digital
Abstract
Dalam diskursus politik Islam kontemporer yang kerap mengalami kebuntuan—akibat terpaku pada formalisme hukum, persaingan kekuasaan, serta retorika identitas—tasawuf nyaris tidak pernah ditempatkan sebagai sumber ideologi politik yang legitimate. Buku ini menawarkan perspektif segar dengan menelusuri pemikiran Muḥammad Mādī Abū al-'Azā'im, seorang sufi asal Mesir pada awal abad ke-20. Ia mengembangkan konsep tasawuf yang tidak hanya berorientasi pada pembersihan jiwa, tetapi juga pada upaya transformasi sosial-politik.
Dengan bertumpu pada tiga pilar utama dalam gagasannya—waṭaniyyah (tanah air spiritual), jihād (perjuangan moral), dan sulūk (disiplin ruhani)—kajian ini membuka ruang untuk memahami jalinan antara spiritualitas, etika kolektif, dan gerakan sosial secara baru. Tasawuf, dalam bingkai bacaan ini, tidak dimaknai sekadar sebagai warisan budaya atau ekspresi mistisisme yang apolitis. Sebaliknya, ia merupakan fondasi nilai yang dapat memperkaya sekaligus menantang wacana politik Islam modern.
Lebih jauh, buku ini mengajak pembaca untuk mereimajinasi makna politik—bukan sebagai ajang dominasi, melainkan sebagai arena perjuangan moral dan solidaritas sosial.
- 01. PROLOG: MENINJAU ULANG DIKOTOMI TASAWUF DAN POLITIK
- 02. KONTEKS HISTORIS DAN PERKEMBANGAN TASAWUF DI MESIR DAN SUDAN
- 03. BIOGRAFI DAN PERJALANAN INTELEKTUAL ABŪ AL-‘AZĀ’IM
- 04. KONSEPSI NEO-SUFISME ABŪ AL-‘AZĀ’IM
- 05. NEO-SUFISME ABŪ AL-‘AZĀ’IM DALAM REALITAS POLITIK MODERN
- 06. EPILOG: MENUJU PARADIGMA POLITIK TASAWUF
Cite this Book
Select format and copy to clipboard.